Skip to main content

    Puisi Tentang Puncak Asmara

    Puisi tentang puncak asmara adalah puisi cinta yang berisi bait bait puisi asmara atau kata kata asmara.

    Bagaimana cerita puisi tentang cinta atau puisi tentang asmara dalam bait puisi cinta yang diterbitkan blog berkas puisi.

    Untuk lebih jelasnya cerita puisi cinta dan kata kata tentang cinta dalam bentuk puisi asmara disimak saja puisi puncak asmara dan puisi lontar daun asmara dalam tema puisi tentang puuncak asmara dibawah ini.


    Puncak AsmaraOleh: Mur Yanti

    Tertatih tapak kaki...
    Menyusuri perbatasan rindu
    Mengarungi lautan kesetiaan
    Terasa lelah memangku rasa cinta...

    Gunung tinggi menjulang...
    Menghadang di hadapan
    Mendaki akan kah sampai
    Seperti sebuah perjalanan panjang...

    Menahan letih kelelahan...
    Entah kapan tiba di atasnya
    Puncak tempat menitip rindu
    Puncak untuk bertemu...

    Puncak asmara menunggu...
    Puncak asmara menagih seikat janji
    Untuk yang terkasih
    Untuk sang pujaan hati...


    LONTAR DAUN ASMARAOleh: RISZALBOY

    Kubutuhkan sedikit air cinta
    Untuk mengecup celungkup dan membasuh dahaga nadirmu
    merbak tebarkan rajah mahasakral
    Secebis estetik danghyang dan Leluhur purba
    berbunga-bungalah duhita dambaan jiwa

    Luh dara
    daya pikatmu kuakui semagis Dewi Parwati
    Mahadewa syiwa Mengembun debaran
    oleh senyawa senyuman di puncak Kailash
    Menggoda-goda rahsa
    hening-kesenyapan tapalaksa semedi-semedhi

    Luh dara
    Kaurenuhkan serat berbau anyir kesturi
    Memenuhi dedahan lontar daun asmara
    Disaat kau meniup seruling simphoni
    segala hasrat duniawi membirahi

    Seekor burung renggak di atas pohon randu
    Yang duduk tinggi
    Melingsir sunyi-sunyi kelam
    menghapus cengkeram rerinduan
    Di benih aliran sungai singgasana gangga
    meretasi kegundahan sepi

    dirimu Mahadewi mulai ranggas dalam mimpi
    Kenanga menyedap
    semburat asmara menindih
    hanyut dalam oase hadirkan chemistry hati
    Meneduhi sabana taman-taman putih

    TANGERANG 14/2/2020

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Buka Komentar