Skip to main content

    Puisi Anak Haram - Oleh Edy Witanto

    Puisi anak dengan judul puisi anak haram bagaimana kata kata untuk anak dalam bait puisi berjudul anak haram yang dipublikasikan berkas puisi

    Untuk lebih jelasnya bagaimana cerita puisi dan kata kata puisi dalam puisi tentang anak haram, disimak saja puisi seorang anak haram berikut ini.


    Puisi Anak haramOleh: Edy Witanto

    Melihat anak anak di tuntun ayahnya
    Waktu aku bermain jumpritan kala senja
    Hatiku terpanah, aku lupa sedang apa?
    Hatiku bertanya tanya dirumah kok ada ibu saja?
    Ayahku dimana? Kalau kerja kapan pulangnya?

    Teriak temam teman tak terdengar di telinga
    Setelah di tepuk aku baru sadar sedang apa
    Mereka berkata “ kamu melamun ya ?”
    Aku diam saja langsung pulang kerumah
    meninggalkan mereka semua

    kebetulan ibu baru melepas sepatu seragamnya
    seluruh perlengkapan kerja masih ada diatas meja
    aku langsung masuk kamar tanpa tegur sapa
    menangis merengek di atas kasur busa

    dengan bingung aku dihampiri dan di sapa
    banyak pertanyaan yang kudengar di telinga
    aku diam, menangis sejadi jadinya
    dan berkata “ aku rindu ayah . . .”

    ibu tak menjawab hanya berpaling muka
    setiap bertanya tentang ayah?
    tak pernah dapat jawaban apa apa
    hanya wajah masam yang kulihat di wajah ibunda

    tengah malam aku terjaga
    kulihat ibu menangis di atas sajadah
    sesekali airmatanya di sekah
    sayup sayup ku dengar ia mengaduh kepada tuhannya

    “ya Allah bagaimana ini . . .hambahmu yang lemah
    Tak mampu berbuat apa apa
    Kesalahan masa lalu masih mengejar jua
    Bagaimana aku bercerita tentang ayahnya
    Sungguh aku tak tega, sungguh aku tak bisa"

    "Janji janji indah berakhir duka nestapa
    Setelah memperoleh secawan madu cinta
    Aku di buang bagai sampah
    Dititipi sperma yang membuat perut berubah
    Yang membuat orang tua marah dan mengusir anaknya
    Yang kutakutkan sekarang tiba
    Buah cinta bertanya siapa ayahnya?”

    Aku terperangah, aku tertegun bagai arca
    Akhirnya aku berpura pura tidur saja
    Aku takut menyakiti hatinya
    Yang sudah hancur karena janji dusta

    Ayahku siapa?
    Ayahku dimana?
    Apakah ayahku tampan seperti anaknya?
    Akhirnya aku pura pura tidur saja
    Melupakan pertanyaan yang menyakitkan jiwaku dan jiwanya

    Edy malang 090617


    Demikianlah puisi anak haram baca juga puisi Jeritan Hati Anak Haram atau puisi yang telah diterbitkan berkaspuisi.com sebelumnya

    Semoga puisi seorang anak haram dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi yang menyedihkan tentang anak haram.

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Supaya mudah mengakses Berkas Puisi di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Berkas Puisi dari layar utama smartphone dengan klik ikon Berkas Puisi.
    Buka Komentar