Skip to main content

    Puisi Tentang Ibu dan Tuhan - Oleh Putrie Aditya

    Puisi tentang Ibu dan Tuhan, bagaimana cerita puisi untuk Ibu dan kata kata puisi ibu tercinta dalam bait puisi tentang Ibu dan Tuhan.

    Apakah berkisah seperti puisi ibu sedih menyentuh hati atau tentang puisi pengorbanan seorang ibu yang mengharukan.

    Untuk lebih jelasnya puisi tentang ibu disimak saja berikut ini deretan bait bait puisi puisi Ibu berjudul puisi tentang ibu dan Tuhan.


    PUISI SELUBUNG HALIMUN (Tentang Ibu dan Tuhan)Oleh: Putrie Aditya

    Dipunguti tiap ceceran airmataku
    Kala dalam manja merajuk rayu
    Pada keharusan terpenuhinya sebuah pinta
    Tanpa alasan; mata, hati, membuta

    Dijadikan sebuah sketsa putih
    Untuk kemudian membimbing jemari
    Melukis segaris mimpi
    Agar jadi pengingat, bahwasanya asa harus kukejar nanti

    Dan Tuhanku
    Kian deras menghujankan pekat halimun
    Seperti halnya hamparan bukit selereng gunung
    Tak selalu pada indah menghijau, tiada hitam arang bersemayam ditunjukkan

    Berkali dilema datang menampar
    Berkali aku mengaduh terjatuh
    Berkali lecutan mengajari arti kebangkitan
    Maka kudulang sisa kekuatan berjalan

    Senarai hasrat lalu meriap
    Dari sekajang saja rasa melindap
    Kusulam, kuanyam harap
    Barangkali esok hangat cahaya mendekap

    Adalah Ibu mendoakanku
    Adalah Tuhan memperhatikan lelaku
    Betapa kini kucoba menyibak misteri waktu

    Mitchi: 01/11/2018


    Demikianlah Puisi tentang Ibu dan Tuhan baca juga puisi ibu tercinta atau contoh puisi perjuangan ibu yang telah diterbitkan berkaspuisi.com sebelumnya

    Semoga Puisi tentang Ibu dan Tuhan dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi hari ibu tercinta atau puisi ibu islami

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Supaya mudah mengakses Berkas Puisi di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Berkas Puisi dari layar utama smartphone dengan klik ikon Berkas Puisi.
    Buka Komentar