Skip to main content

    Puisi Cinta yang Berpaling - Oleh Nina Melina

    Puisi tentang cinta dengan judul puisi cinta yang berpaling, bagaimana kata kata cinta sedih di tinggal kekasih dalam bait puisi cinta yang berpaling yang dipubikasikan blog puisi kali ini.

    Untuk lebih jelasnya puisi kesedihan karena cinta kecewa disimak saja puisi tentang cinta dibawah ini, berjudul cinta yang berpaling.


    PUISI CINTA BERPALINGOleh: Nina Melina

    Bila akhirnya kau lebih memilih jalan yang penuh kesamaran
    Membenamkan khayal dan anganmu pada langit tanpa bintang
    Pada laut dilarung gelombang
    Aku hanya termangu ...

    Namun doaku tetap kumunajatkan untukmu
    Semoga pintu-pintu itu terbuka untukmu
    Sungguh, aku tak ingin kau terlarut dan terhanyut
    demi kasih yang masih ada dan tetap menyala

    Bagaimana mungkin aku menafikan
    Ingatan tentang kembang-kembang putih dan pesan suci di waktu dulu
    Pada rentang waktu yang jauh
    yang seakan telah melamurkan lukisan tentang figurmu
    yang dulu membuatku tersentuh
    dan menempatkan dirimu pada deret pesona

    Mungkinkah angin yang berkesiur telah meluruhkan putik sari putihmu
    menguapkan wewangiannya pada puja

    Sayang, dengarlah ...
    Angin akan terus menerjang dan menghempaskanmu pada padamg-padang tandus bila kau tetap berdiri di sana
    Pada lahan terbuka
    Tanpa pepohonan yang menaungimu
    yang membuat jiwamu terbakar dan berkobar

    Sayang, kembalilah pada ladang-ladang subur
    Di mana kau dapat menaburkan benih kasih
    Yang akan menaungi ragamu dan menyejukkan jiwamu

    Sayang ...
    Doaku selalu untukmu

    Medan,
    27 Mei 2017


    Demikianlah tentang Puisi Cinta yang Berpaling, baca juga puisi ungkapan cinta sederhana dan puisi bingung karena kamu atau puisi puisi cinta kata romantis yang telah diterbitkan berkaspuisi.com sebelumnya

    Semoga Puisi Cinta yang Berpaling dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi sastra cinta dan puisi penghianatan cinta yang menyentuh hati

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Buka Komentar