Skip to main content

    Puisi Tentang Tsunami Selat Sunda Pandegelang Banten Dan Lampung

    Berikut ini adalah puisi tentang Tsunami Selat sunda pandegelang Banten dan lampung, bagaimana kata kata puisi bencana alam tsunami dalam bait puisi tsunami yang dipublikasikan berkaspuisi.com

    untuk lebih jelasnya tentang puisi tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung, disimak saja dibawah ini, dua puisi tentang tsunami.


    PUISI: TEGURAN ITUOleh: Ifadli Marid

    Yang berlarian diantara dengus nafas kemarahan
    Menjemput maut tanpa isyarat takdir

    Yang membawa jerit serta do'a-do'a tercecer disepanjang pesisir menghardik garang
    Seba'it amin menenggelamkan lolong yang paling giris
    Bencana terlebih dulu memesrai kematian

    di selat Sunda, anak-anak histeris meneriakkan pinta dan mengajak berdamai dengan Tuhannya
    Untuk air laut tumpah ruah menyapu semua asa yang tersisa

    Curup . 25 Desember 2018
    Catatan tsunami selat Sunda


    PUISI TSUNAMIOleh: Tirta Alam

    Tsunami yang menggulung daratan,
    Gempa yang mengguncang bumi,
    Gunung berapi yang menggelegar,

    Terdapat banyak bencana alam di bumi
    Memakan ratusan bahkan ribuan nyawa
    Juga membekas di hati setiap orang

    Tetapi bukan itu bencana yang menghancurkan hidup seseorang
    Melainkan bencana kecil seperti perpisahan yang dapat membuat hancur seseorang
    Pada saat itu yang bisa merubahnya hanyalah dirinya seorang dan sang pemberi hidup


    Demikianlah Puisi Tentang Tsunami Selat Sunda Pandegelang Banten Dan Lampung baca juga puisi bencana alam atau puisi puisi tentang alam yang telah dipublikasikan berkaspuisi.com sebelumnya,

    semoga Puisi Tentang Tsunami Selat Sunda Pandegelang Banten Dan Lampung dapat menyadarkan kita semua untuk selalu berserah diri Kepada sang pengatur alam.

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Supaya mudah mengakses Berkas Puisi di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Berkas Puisi dari layar utama smartphone dengan klik ikon Berkas Puisi.
    Buka Komentar