Skip to main content

    Puisi Cinta Dalam Diam ❤

    Berikut ini adalah kata cinta dalam diam yang dirangkai dengan kata kata puisi tentang cinta. Bagaimana cerita cinta dalam bait bait puisi cinta dalam diam, untuk lebih jelasnya disimak saja puisinya berikut ini.

    CINTA DALAM DIAMOleh: NN

    duhai sahabatku
    maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
    Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu?
    Maka dengarlah

    Sahabatku
    saat ku jatuh cinta
    Tak akan ku berucap
    Tak akan ku berkata
    Namun ku hanya akan diam
    Saat ku mencintai
    takkan pernah ku menyatakan
    Tak akan ku menggoreskan
    Yang ku lakukan hanyalah diam

    Aku tahu
    cinta adalah fitrah
    sebuah anugrah tak terperih
    Karena cinta adalah kehidupan
    Karena rasa itu adalah cahaya

    Aku tahu
    hidup tanpa cinta
    bagaikan hidup dalam gelap gulita

    Namun
    Saat rasa itu menyapa
    maka hadapi dengan anggun. Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi
    dengan begitu banyak warna. Cinta terkadang membuatmu bahagia
    namun tak jarang membuatmu menderita
    Cinta ada kalanya manis bagaikan gula
    namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir
    Cinta adalah perangkap rasa
    sekali kau salah berlaku
    maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita

    Maka sahabatku
    agar kau dapat keluar dari belenggu itu dan mampu melaluinya dengan anggun
    maka mencintailah dalam hening
    dalam diam
    Tak perlu kau lari
    tak perlu kau hindari
    namun juga jangan kau sikapi dengan berlebihan
    jangan kau umbar rasamu
    jangan kau tumpahkan segala sukamu
    cobalah merenung sejenak dan fikirkan dengan tenang

    Kita percaya takdir bukan? Kita tahu dengan sangat jelas
    Dia
    Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya
    Jadi
    Apa yang kau risaukan,,? Biarkan Allah yang mengaturnya
    dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja

    Cobalah renungkan
    Dia yang kau cinta
    belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu,,
    Dia yang kau puja
    yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam
    Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

    Sahabatku
    kita tak tahu dan tak akan pernah tahu
    Hingga saatnya tiba
    Maka ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika semua rasa telah kau umbar
    namun ternyata kelak bukan kau yang Dia pilih untuk mendampingi hidupnya

    Sahabatku
    Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar
    begitu mulia untuk di tampakkan
    begitu sakral untuk di tumpahkan

    Dan sadarilah sahabatku
    fitrah kita adalah insan pemalu
    dan kau indah karena sifat malumu

    Lalu....
    masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
    Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap?
    Duhai sahabatku
    jadikan malu sebagai selendangmu
    maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan
    dalam jeruji kesetiaan

    Yeah...
    Kesetiaan padanya yang telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh
    jauh sebelum bumi dan langit dicipta
    maka cintailah dalam hening
    jika memang bukan dia yang ditakdirkan untukmu
    maka cukuplah Allah dan kau yang tahu segala rasamu
    agar kesucianmu tetap terjaga
    agar keanggunanmu tetap terbias

    Maka
    ku beritahukan padamu
    pegang kendali hatimu
    jangan kau lepaskan
    acuhkan semua godaan yang menghampirimu

    Cinta bukan untuk kau hancurkan
    bukan juga untuk kau musnahkan
    Namun cinta hanya butuh kau kendalikan
    hanya cukup kau arahkan

    Sahabatku
    yang kau butuhkan hanya waktu
    sabar dan percaya

    Maka
    peganglah kendali hatimu
    lalu arahkan pada-Nya
    dan cintailah dalam diam
    dalam hening
    itu jauh lebih indah
    jauh lebih suci.

    Demikianlah puisi cinta dalam diam, baca juga kumpulan puisi tentang cinta dalam diam atau puisi puisi cinta sedih yang lainnya di halaman berkaspuisi.com

    Semoga puisi cinta diatas dapat menginspirasi untuk menulis puisi cinta yang indah dan menarik.

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Buka Komentar