Skip to main content

    Puisi tentang pertengkaran cinta

    Puisi tentang pertengkaran cinta adalah rangkaian kata kata puisi cinta menyakitkan dan puisi bertengkar dirangkai dengan cerita puisi tentang hati dan perasaan menjelaskan tentang perselisihan cinta.

    Bagaimana cerita puisi pertengkaran cinta yang dipublikasikan berkas puisi, apakh puisi tentang pertengkaran cinta bercerita seperti puisi kecewa karena sikapmu atau puisi pertengkaran kekasih ataukah berkisah seperti puisi penghianatan cinta atau tentang puisi pertengkaran suami istri.

    Untuk lebih jelasnya puisi tentang pertengkaran cinta dismak saja puisi sakit hati dan kecewa dibawah ini berjudul cinta senyap.

    Senyap CintaOleh: Djoko Saherr

    Di lintas senyummu
    ada perseteruan
    tajam tak kentara
    menangguhkan cahaya matahari
    yang hampir saja turun
    sementara jaring tak pernah terisi

    Lagu yang kita nyanyikan
    kian lama terdengar sumbang
    tapi mengapa tatapmu
    masih saja sendu
    benarkah cinta masih ada
    masihkah ia memiliki warna
    lantas warna apa yang kau hias

    Telah lama kita menggenggam angan
    kemudian berganti dengan harapan
    ya . . cuma sebatas harapan
    setelah itu angin menghempasnya
    membawa harapan itu pergi
    entah di rimba mana

    Kita memang kerap bertengkar
    mempertahankan kebenaran
    yang kadang tidak menjadi benar
    sesuatu yang tak terbantahkan
    kini terpampang di depan mata
    yakni : kematian dalam cinta yang nyata
    Kau

    Jika saja ada keberanian
    jika saja ada tekad
    dan seribu jika yang terselesaikan
    diantara cinta dan rasa takutmu
    tapi sejauh ini
    engkau hanya diam
    sekaligus
    menjengkelkan

    Tak perlu lagi tegur sapa
    meski cinta masih tersisa
    meski lewat mimpi sekali pun

    Kupandangi engkau untuk yang terakhir kali
    kau pun begitu
    Kita telah menentukan arah
    dan di persimpangan ini akan kita saksikan
    bawa engkau tak kan mampu melenyapkanku
    di hidupmu
    bahkan
    jiwamu !

    Wahana Cikarang Sltn.
    Sabatu, 20 Maret 2021

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Buka Komentar