Skip to main content

    Puisi (kita) Kritikan untuk penguasa

    Puisi berjudul kita adalah rangkaian kata-kata kritikan untuk penguasa dan kata puisi melawan ketidakadilan menjelaskan tentang penilian masyarakat kepada pemimpin dirasa tidak adil.

    Bagaimana cerita puisi dalam bait puisi kritik penguasa yang dipublikasikan berkas puisi, apakah bercerita seperti puisi kritikan untuk wakil rakyat atau berkisah seperti puisi pemimpin zalim.

    Untuk lebih jelasnya puisi tentang kritikan pemerintah disimak saja puisi kritik dibawah ini berjudul kita

    KITAOleh: Jeff ana baba

    1//
    Kilas serupa aksara
    Yang menyala
    membakar seribu janji-janji
    Yang tak selaras memaknai

    Dan Yakinlah
    Puitis ini tanda perlawanan
    Untuk memberangus kejanggalan-kejanggalan
    Para buncit-buncit media
    yang hara kiri dalam rotasi bilik Negeri

    Besar kepala
    Merasa Bangga
    dengan sesajian sejarah
    Yang katanya merdeka hingga kini

    Nyatanya payah
    Tujuh puluh lima
    Namun merasa seperti empat lima
    Di jajah sebelum merdeka

    Ingatlahlah bahwa tetua dahulu
    bermandikan darah dan keringat
    Untuk bebas dan merdeka secara terang-terangan

    Kita
    Selalu monoton bangga
    Teriakan merdeka
    Hingga lupa diri bahwa kita
    Telah dijajah kebijakan-kebijakan istanah

    2//

    Kini
    Serempak

    Media dan televisi
    Lebih menyuarak para Publik figur
    yang seketika viral karena kebodohan dalam kehidupan
    Lalu merasa bangga
    Senyum manja pada media

    Kebodohan macam apa
    Yang dipelihara media

    Virus menjalar
    Menyisip
    Berita mematikan

    Panik ketakutan
    Hingga mati
    dengan dalil pandemi bermuara liang

    Meyisip hilang diam-diam
    Kemiskinan dan keadilan
    yang sebenarnya harus di publikasikan pada beranda-beranda media yang kerontang
    Sialan.........

    3//

    Hei
    Sadarlah

    Masih banyak
    yang lebih berfaedah untuk penuhi media harian

    Masih banyak
    Yang harus dipandang
    Untuk melukis senyuman

    Masih banyak
    Yang harus di semayamkan
    Agar tumbuh merdeka
    Laksana burung berkicau pada alam

    4//

    Untuk Kita
    Yang telah diberi
    Akal sehat dan pengetahuan

    Yang memiliki
    Mata dan telinga Sempurna
    dibawah Tuhan

    Mari
    Kita Mengancam kedunguan para
    Perkasa Negara

    Agar mereka
    Lebih peka dan tak tenang
    dalam kedudukan
    Agar mereka lebih jeli dan teliti
    Mana yang harus diutamakan

    Salam
    09/07/21

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Supaya mudah mengakses Berkas Puisi di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Berkas Puisi dari layar utama smartphone dengan klik ikon Berkas Puisi.
    Buka Komentar