Skip to main content

    Puisi Menunggu Rindumu

    Puisi menunggu rindumu adalah salah satu dari dua puisi tema rindu yang menceritakan kata kata rindu dalam bentuk puisi cinta dan rindu berisikan puisi menunggu rindumu dan puisi menjadi tabu.

    Bagaimana kata kata rindu dan kerinduan dalam bait puisi tentang cinta dan rindu yang diterbitkan blog berkas puisi.

    Untuk lebih jelasnya kata kata rindu dan kata cinta dalam bait puisi tentang rindu disimak saja dua puisi tema rindu dibawah ini..

    Menunggu RindumuKarya: Imas H N

    Waktu semakin sempit saja
    Awan mengarak bulan ke peraduan
    Aku hendak mengitung luas langit
    Kemana engkau menitipkan angan

    Di matamu, rindu siapa bersarang
    Cinta siapa yang tengah tinggal

    Angin menanggalkan apa yang tak Ingin kudengar
    Merambat menyuara menerobos gendang telinga

    Kedap gagap bisikmu
    Hanyutkan aku
    Ke mimpi sedalam mungkin

    Biarkan aku menghitung
    Biarkan aku mencari
    Biarkan aku tetap tertidur

    Jika kau telah siap menentukan
    Kemana hendak rindumu kau tumpukan
    Bangunkan
    Bangunkan aku dengan sebuah kecupan

    Tasikmalaya, 2018

    MENJADI TABUKarya : Ana P.

    Cukup untukku...
    Menengokmu dari sela jendela
    Kusadar rindu kita telah tabu
    Telah lama menjadi abu

    Tak bisa salahkan siapa
    Teralis menjegal ego kita
    Prinsip-prinsip memagari diri
    Keakuan mengalir...
    Memisahkan minyak dan air

    Terlalu banyak mulut
    Nyamuk-nyamuk berisik
    Terlalu banyak cicak putih
    Semakin menjalar ular betina
    Menjilat-jilat, berakrobat

    Sedang aku...
    Hanya mencintamu dengan sahaja
    Dengan nyanyian swargaloka
    Berharap menarikmu ke nirwana
    Tempat adam dan hawa bermula

    Sumedang, 24 April 2018

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Supaya mudah mengakses Berkas Puisi di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Berkas Puisi dari layar utama smartphone dengan klik ikon Berkas Puisi.
    Buka Komentar