Skip to main content

    Puisi Rasa Rindu yang Berbeda

    Berikut ini adalah puisi cinta bertema rindu dengan judul puisi rasa rindu yang berbeda, Bagaimana kata kata rindu dan cerita puisi tentang rasa rindu dalam bait puisi dipublikasikan blog berkas puisi.

    Untuk lebih jelasnya kata kata rindu dan cerita puisi tentang cinta bertema rindu disimak saja dibawah ini puisi berjudul rasa rindu yang berbeda

    RASA RINDU YANG BERBEDAOleh: Ai R Mata

    Masih seperti hari yang lalu kemarin bahkan sampai saat ini karna tidak ada lagi pelukan sehangat yang kau beri
    Hingga malam ini terasa gelap mencekam karna mungkin siang berlalu melepas senja untuk pergi bermimpi
    Baru pertama namun bukan pertama kalinya aku merasakan perasaan yang sama namun kali ini perasaanku tidak terkendali
    Rindu menggebu membakar jiwa hingga aku merasa usiaku akan habis hari ini

    Bukan ingin sendiri tapi biarkan raga ini melahap semua keresahan yang kian mendera dalam dada
    Sampai fajar tiba, akan kucumbu kamu dalam khayalan seperti nada dalam sebuah lagu cinta
    Masih kah kamu tersenyum mendengar sebagian kecil rasa yang kugambarkan lewat kata
    Karna hati ini tidak akan pernah berubah meski jarak membentang aku akan tetap menjaga apa yang kamu percaya

    Ingin rasa kuputar waktu lebih cepat karna aku tidak ingin kembali mengulang hari dimana kamu menangis
    Atau pun berhenti disini dengan sebuah lamunan dimana kamu masih terlihat cantik dengan rambutmu yang memutih
    Aku lebih suka melahap duka mencabik rasa pedih lalu kita tertawa bersama meski pada akhirnya kita kembali menangis
    Kali ini aku tidak sanggup lagi bangkit apalagi harus berlari karna rindu terus menguliti

    Mungkin dengan diam kamu akan paham meski pada akhirnya aku tetap mengecewakan
    Memendam ketidak mampuan dengan wajah seakan tidak bersalah aku terus tersenyum seolah semua baik-baik saja
    Memetik kata dari air mata di saat rasa membakar wajah hingga merah membara
    Pada akhirnya aku akan berpaling sembunyi lalu menatap sebuah tapak yang masih dalam

    31 Desember 2019

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Buka Komentar