Skip to main content

    Puisi Ikhlas Melepaskan - Oleh Naya Inyah

    Berikut ini adalah puisi tentang ikhlas melepaskan ditulis dalam bentuk puisi prosa, bagaimana cerita puisi ikhlas melepaskan yang dipublikasikan berkas puisi.

    Apakah bercerita seperti puisi ikhlas melepaskan seseorang atau puisi ikhlas melepas cinta ataukah berkisah seperti puisi ikhlas melepaskan orang yang dicintai.

    Untuk lebih jelasnya puisi puisi tentang mengikhlaskan disimak saja puisi berjudul ikhlas dalam bentuk puisi prosa berikut ini.

    IkhlasOleh: Naya Inyah

    Akan kubiarkan waktu terlepas sendiri. Bagai busur panah melesat tertancap pada sasarannya. Tak akan aku memintanya pula untuk terlepas dari hasil bidikannya. Lepas tangan dan hati akan sama, karena walaupun kekeh tak ada suatu harapan, kan termiliki.

    Biarkan bersenandung sendiri, melantunkan ayat ayat rasa yang seputih melati seharum minyak kasturi. Bukankah bening mata dan rasa lebih sempurna di miliki dari pada bermimpi ilusi.
    Yang belum tentu seindah purnama.

    Ku sisih kini semua gemintang yang nyalang, akan ku biarkan wajah langit tanpa pernak pernik ingin.
    Hanya satu ku hiasi bianglalala pada ragamnya tanpa warna penipu mata. Yaitu kasih Tuhan yang sempurna.

    Lepaslah kupu kupu rasa, biarkan aku sendiri, menyusuri ladang danau, biarpun sunyi, airnya mampu mengapus dahaga . Dan payoda yang tertanam di hamparan genangnya mampu melupakan minda yang fana akan cinta mimpi.

    Jkt 22.2.2021

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Supaya mudah mengakses Berkas Puisi di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Berkas Puisi dari layar utama smartphone dengan klik ikon Berkas Puisi.
    Buka Komentar