Skip to main content

    Puisi islami tentang hari raya Idul Fitri

    Puisi islami tentang hari raya idul fitri adalah rangkaian kata kata permintaan maaf dan kata islami di hari lebaran dirangkai dengan kata puitis buat hari raya idul fitri menjelaskan tentang sucinya hari raya islam yang biasa disebut hari lebaran idul fitri sebagai ajang untuk saling memaafkan.

    Bagaimana kata kata puisi untuk hari raya idul fitri yang dipublikasikan berkas puisi, apakah bercerita seperti puisi islami lebaran ataukah berkisah seperti syair idul fitri menyentuh hati.

    Untuk lebih jelasnya puisi tentang hari raya idul fitri yang diterbitkan berkaspuisi.com disimak saja puisi berjudul pintu kemaafan berikut ini.

    Pintu KemaafanKarya : R.yudistira - Chumairoh ( Aksara Kimya )

    Qad qulubuna tulad mn jadid wanazifa
    Tajanub altajdif min ajl 'iihbad alkhatiya

    Semoga hati kita terlahir kembali dengan suci dan bersih
    Hindari perbuatan cela agar bisa menggugurkan dosa

    Lisan tanpa sadar berucap kasar
    Sengaja atau tidak terkadang menyakiti

    Tutur sapa sering tak terkendali
    Menggores luka di hati

    Di hari nan fitri
    Ingin kulebur semuanya
    Hingga tiada terlihat setitik noda hitam

    Biarlah warna putih tetap terlukis
    Dalam jiwa nan baru
    Kembali pada keridaan Ilahi

    Maka, ijinkan kami merendahkan diri
    Berharap pintu maaf kian terbuka
    Tanpa adanya syarat kata terucap
    Ikhlas dari dalam jiwa tanpa adanya beban di hati

    Taqobalallahu minna wa minkum
    Taqobalal yaa kariim
    Mohon maaf lahir batin

    Singapore - Martapura, 12 Mei 2021

    Demikianlah puisi islami idul fitri, baca juga puisi puisi lebaran tidak bisa pulang dan puisi islami tentang hari raya idul fitri menikah dihalaman lain berkaspuisi.com

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Supaya mudah mengakses Berkas Puisi di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Berkas Puisi dari layar utama smartphone dengan klik ikon Berkas Puisi.
    Buka Komentar