Skip to main content

    Puisi Kritik Sosial | Lelaki Penikmat Sepi Mati

    Puisi kritik sosial dengan judul puisi lelaki penikmat sepi mati dalam bentuk puisi naratif, bagaimana kata kata kritik dalam bait puisi sepi yang dipublikasikan berkas puisi.

    Untuk lebih jelasnya puisi kritik dalam bait puisi lelaki sepi disimak saja berikut ini deretan bait bait puisi lelaki penikmat sepi mati.


    PUISI LELAKI SEPI PENIKMAT MATIKarya YS Sunaryo

    Aku singgahi hati lelaki sepi di malam menjelang fajar. Terbaca tumpukan puisi dalam diksi yang menghambur sunyi. Juga bait-bait pemberontakan yang tak mampu menjadi sajak perubahan. Di helai-helai nyeri, ia belum usai mengurai kusut silam yang menutup seluruh celah perjalanan.

    Lelaki itu begitu akrab memanggil dirinya sebagai sang mati. Ia terkepung jejak-jejak salah di semua pijakan. Harga diri telah rontok bak gugur rambut seketika. Segala tunggangan terhempas tanpa bekas. Terusir dari segala nikmat jamuan.

    Aku mengerti makna sang mati yang ia sematkan di tubuhnya yang mulai renta. Mati karena diri merasa tak lagi memberi arti di sekumpulan tangisan buah hati yang inginkan ia kembali. Terutama di rumah belaian bersama ibunya yang kini masih teronggok di rerimbun duri.

    "Ini karena ulahmu dulu kan?" Tanyaku sambil menatap matanya yang kian sayu. "Itu aku!" jawabnya sambil menunjuk jari ke ruang gelap. Bersama arah telunjuknya, mataku mengamati sebuah tebal gulita. Tak ditemukan apa-apa, kecuali suara gemericik air di samping mushala.

    Saat lelaki itu kulihat lagi, nampak ia sedang berwudu. Katanya, ini wudu di sepertiga malam yang keseribu kurang satu; untuk rindu pada keabadian cinta. Di dunia yang ditikamnya, ia inginkan mati sempurna dalam kalimat akhir "tiada Tuhan kecuali Dia". Di kematian berkalimat ini, katanya, segala cinta niscaya kembali ada. Dan semua sepi - nyeri hanya abadi di tubuh tanpa kembali pada pelukan Ilahi.

    Bandung, 14 Maret 2018


    Demikianlah puisi kritik sosial berjudul puisi lelaki penikmat sepi mati baca juga puisi kritik sosial dengan satire atau puisi cerita kehidupan sosial yang telah dipublikasikan berkaspuisi.com sebelumnya.

    Semoga puisi lelaki penikmat sepi mati dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi sosial masyarakat atau puisi sajak sepi lelaki kesepian.

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Supaya mudah mengakses Berkas Puisi di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Berkas Puisi dari layar utama smartphone dengan klik ikon Berkas Puisi.
    Buka Komentar