Skip to main content

    Puisi Untuk Bencana Alam Tsunami dan Gempa Palu | Di Kota yang Hilang

    Puisi untuk bencana alam tsunami dan gempa palu, dengan judul puisi di kotaku yang hilang

    Bagaimana kata kata bencana dalam bait puisi yang dipublikasikan berkas puisi di kesempatan kali ini.

    Untuk lebih jelasnya puisi bencana alam tsunami disimak saja berikut ini deretan bait bait puisi tentang bencana alam di Kota yang hilang.


    PUISI DI KOTA YANG HILANG Oleh: Ifadli Marid

    Anakku, kita tlah memulai ritual kematian, di sini kota sudah menghilangkan jejak , tenggelam mengarungi lumpur , bertekuk lutut pada hempasan tanah menghentikan rasa

    tiap hari kita mencari kekasih-kekasih hilang
    menggali kenangan serta kisah jerit tangisnya

    Kota-kota kini mulai meracik bau amis
    tumpukan sampah serta amarah, di mana-mana

    Sekumpulan jasad juga airmata berserakan mengecup sunyi
    kota merindukan hening jalanan, semrawut ingatan
    agar kenangan tentang tubuh yang hilang kembali di pangkuan ibu

    Marilah kita pergi dari kota ini bersama kesakitan?
    mengejar ribuan jarak untuk melupakan kisah kekasih yang lenyap
    kisah punahnya harapan dan serpihan-serpihan semangat
    dirampas bumi yang tidak menyimpan keabadian , di setiap luka yang pulang kepada wajah yang kelu meringis

    Anakku , lupakan jiwa-jiwa yang resah mencari Tuhannya
    Tidak ada kepastian, badai mengistirahatkan amuknya
    di sini, wajah terlukis cuma setumpuk kesedihan menunggu kematian berikutnya
    yang paham membaca ketiadaan , nyawa yang pergi menjauh tinggalkan kota bersama raganya.

    Anakku, aku mengenang wajah ibumu yang dulu
    begitu percaya, bumi dan laut adalah tempat tersyahdu memeluk kekasih , tawa yang paling renyah tuk memulai panen raya , kegembiraan yang paling sumrigah menjemput limpahan hasil laut kita

    Bergegaslah pergi dan bersembunyi anakku , sebelum wajah-wajah kelaparan kalap menghujani maut , melahap sisa-sisa mimpi kita

    Kita tak punya pilihan kecuali mengolah prasasti , atas sirnanya sebongkah kebahagiaan di kota ini

    Curup . 06 Oktober 2018
    Palu Donggala dalam catatan


    Demikianlah puisi untuk bencana alam tsunami dan gempa palu berjudul puisi di kota yang hilang baca puisi bencana alam banjir yang telah dipublikasikan berkaspuisi.com sebelumnya.

    Semoga puisi di kota yang hilang dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi terbaik tentang tsunami ataukah kumpulan puisi berjudul tsunami.

    Rekomendasi Puisi Untuk Anda:

    Buka Komentar